Koranlokal.com ( Brebes ) - Persoalan krisis air bersih di desa Bantarwaru kecamatan Bantarkawung sepertinya selalu kerap terjadi sepanjang tahun setiap memasuki musim kemarau datang. Hampir sekitar 3200 jiwa warga dari Empat pedukuhan di desa Bantarwaru kecamatan Bantarkawung selalu kesulitan memperoleh air bersih. Untuk keperluan konsumsi, mereka terpaksa membeli air kepada penjual air bersih keliling dengan harga yang lumayan.
Sementara untuk keperluan mandi, mencuci dan buang hajat, mereka memilih menggunakan air sungai Pemali. Dari data yang diperoleh dari desa Bantarwaru, keempat pedukuhan yang mengalami krisis air bersih, diantaranya dukuh Bangkong, karangsari, karang anyar dan bantarwaru.
Menurut Wardi selaku PJ kades Bantarwaru,banyak warga yang lebih memilih membuat blik (sumur kecil) di tepian sungai Pemali. Pasalnya jika untuk membeli air harganya juga lumayan, harga per jarigennya mencapai Rp. 2.500,-. Padahal untuk kebutuhan air bersih yang mereka perlukan sekitar 1-2 jarigen per hari tergantung dari kebutuhan.
"Warga beralasan jika mengambil air blik di pinggiran sungai tidak harus mengeluarkan biaya. sehingga sebagian besar mereka memanfaatkan blik tersebut," ungkapnya.
Dia menambahkan, didaerah itu meskipun digali sumur sedalam belasan meter pun belum tentu mengeluarkan air dan jika mengeluarkan air batasnya jangan sampai melewati cadas yang berwarna hijau. " Pernah ada warga yang sumurnya keluar air, karena berharap airnya bisa lebih banyak sehingga sumurnya diperdalam. Namun begitu melebihi batas (cadas hijau) tersebut, akan tetapi sumurnya malah tidak mengeluarkan air sedikitpun" papar wardi.
Lebih lanjut ia mengatakan, Bahkan di pedukuhan bantarwaru bagian tengah, air sumur warga berasa asin, padahal jauh dari daerah pesisir. Hingga sampai saat ini warga masih binggung dengan fenomena air sumur yang asin tersebut. Dan harapan para warga ada bantuan dari pemerintah berupa pembuatan sumur artesis, guna menopang kebutuhan air bersih masyarakat didesa Bantarwaru.
Ustad Khambali menambahkan, pihak keluarganya untuk keperluan mencuci serta mandi terpaksa menyewa pompa air guna menyedot air sungai pemali yang selanjutnya ditampung didalam sumur. " Untuk jasa sewa dan penyedotan air sungai ini, kami harus mengeluarkan biaya sekitar Rp.70.000," pungkasnya. (Dhani/KL)

