wali kota tegal berharap warga panggung tetap tenang

Tegal - Walikota Tegal H Siti Masitha Soeparno meminta warga RT 07 dan 08 RW III Kelurahan Panggung untuk bersikap tenang. Walikota juga menjamin tidak ada penggusuran oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI) pada  Kamis, 28 Agustus  2014 dan memperjuangkan agar PT KAI menunda permintaan pembongkaran rumah warga.
 
Dalam Dialog dengan Warga RT 07 dan RT 08 RW III Kelurahan Panggung,  Walikota Tegal menyampaikan bahwa Sebagai Kepala Pemerintahan, akan melakukan langkah-langkah dan tahapan sesuai mekanisme. Walikota akan berkoordinasi dengan SKPD terkait, kemudian melakukan diskusi dan dialog dengan PT KAI untuk memberikan tenggang waktu sampai batas waktu yang memungkinkan, supaya paling tidak, warga ada kesiapan sampai mempunyai tempat yang baru sesuai dengan mekanisme yang berlaku.
 
“Supaya warga mengerti, ini adalah lahan PT KAI, BUMN, sebetulnya lahan ini hak orang lain. Walikota pun tidak mempunyai wewenang intervensi, yang dilakukan adalah berjuang untuk masyarakatnya dengan jalan melakukan pembicaraan dengan PT KAI untuk menunda yang katanya itu penggusuran, sampai tenggang waktu yang memungkinkan. Ada pun usulan yang disampaikan oleh masyarakat, akan ditelaah dan dipelajari, apakah nanti di rusunawa atau dicarikan tempat lain.” ungkap Bunda Sitha panggilan akrab Walikota Tegal.
 
Walikota didampingi Kepala SKPD terkait berdialog dengan duduk lesehan hanya beralas tikar bersama warga di teras rumah salah satu warga. Dialog ini mencari solusi terbaik untuk warga karena tempat tersebut rencananya akan dijadikan hotel berbintang tiga oleh PT KAI selaku pemilik lahan.
 
Mengenai adanya keresahan bahwa warga Panggung dalam waktu dekat akan digusur, bahkan ada yang menyampaikan hari ini tanggal 28 Agustus, Walkota menjamin bahwa tidak ada penggusuran pada hari ini. 
 
Berkaitan dengan akan dibangunnya hotel bintang tiga oleh PT KAI, Bunda Sitha menyatakan baru mendengar dari media. “Tetapi itu perencanaan dari pemilik tanah, jika ada rencana pembangunan hotel, itu pun harus ada ijin dari Pemerintah Kota,” tutur Walikota.
 
Sementara Kepala BP2T H Bajari SE menyatakan belum ada izin yang masuk ke Pemkot mengenai akan dibangunnya hotel tersebut, meskipun gambar perencanaan dari PT KAI sudah ada. 
“Sekali lagi langkah-langkah yang dilakukan adalah melakukan komunikasi ke Direksi PT KAI untuk mengadakan penundaan sampai batas waktu yang memungkinkan” kata Walikota. (Vita)

bupati tegal Enthus tinjau latihan sinden

TEGAL ,suaramerdeka.com - Arus globalisasi dan informasi yang berkembang cepat saat ini memang tidak dapat dibendung lagi. Globalisasi telah masuk ke berbagai lini masyarakat salah satunya adalah kebudayaan dan keseniaan Indonesia.
Tidak sedikit kebudayaan serta keseniaan tradisional yang semakin luntur dan lepas dari akarnya salah satunya adalah sinden. Tradisi sinden memang tidak serta merta hilang dimakan arus globalisasi. Namun keberadaan dan animo masyarakat tidak sebesar pada masa keemasannya.
Menyikapi hal tersebut, Kodim 0712/Tegal bekerja sama dengan Sanggar Satria Laras Pimpinan Ki Enthus Susmono yang juga Bupati Tegal menyelenggarakan latihan dalam rangka mencari bakat bagi pesinden muda guna mengikuti ajang lomba Sinden Idol dalam rangka HUT ke-64 Kodam IV/Diponegoro, pada 19-23 September mendatang.
Karena tidak mudahnya belajar menyinden dan kekhawatiran akan malas belajar karena sulit, terutama kalangan anak muda dan semakin lama sinden sebagai keseniaan tradisional menjadi hilang, Ki Enthus Susmono disela-sela kesibukannya sebagai Bupati Tegal didampingi Koordinator lomba Kapten Inf Sopan dan Kapten Inf Suswantoro meninjau secara langsung kegiatan latihan sinden dan karawitan diaula Pendopo Rujab Bupati Tegal.
Kapten Inf Suswantoro mengatakan bahwa ajang "Sinden Idol" yang digelar Kodam IV/Diponegoro merupakan salah satu wujud konservasi budaya. Konservasi budaya tidak hanya dalam bentuk fisik, seperti penghijauan, tetapi juga konservasi nilai salah satunya "Sinden Idol" ini.
Sementara itu, menurut Ki Enthus Susmono, regenerasi sinden perlu dilakukan untuk mempertahankan keseniaan tradisional yang dimiliki masyarakat Jawa agar tidak hilang, apalagi selama ini belum ada ajang pencarian bakat sinden.
"Jangan sampai bangsa Indonesia 'kebakaran jenggot' ketika bangsa lain mengklaim sinden sebagai budayanya karena tidak dirawat." Ujar Ki Enthus Susmono.

Sumber : http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/news/2014/09/03/215464

Kapal nelayan asal kota tegal terbalik di laut utara

TEMPO.COTegal - Sebuah kapal nelayan asal Kota Tegal terbalik di Laut Utara pada Selasa pagi, 2 September 2014. Dari 17 awak, satu di antaranya tewas dan satu lagi belum ditemukan.
"Kejadiannya sekitar pukul 05.00," kata Casmuni, satu dari 15 awak kapal yang terbalik di perairan Karangjeruk, sekitar delapan mil di utara Pelabuhan Perikanan Pantai Tegalsari, Kecamatan Tegal Barat, Kota Tegal, itu.
Lelaki 45 tahun itu mengaku tidak tahu penyebab kapal yang ditumpanginya terbalik. Sebab, cuaca di Laut Jawa saat ini bisa dibilang cukup bersahabat. "Ombaknya kecil. Angin juga tidak kencang. Tiba-tiba saja terbalik," ujarnya.
Warga Kelurahan Tegalsari itu menuturkan kapal itu berangkat melaut pada Senin pukul 16.00 WIB. Setelah menebar jaring pertama pada Senin malam, kapal jenis dogol itu kembali menebar jaring pada Selasa pukul 04.00 WIB.
"Setelah tebar jaring yang kedua, kapal tiba-tiba miring dan terbalik. Padahal kami belum menarik jaring," kata Casmuni. Walhasil, seluruh awak kapal tercebur ke laut. Selama satu jam, 15 dari 17 awak kapal itu bertahan dengan memanjat lambung kapal.
"Beruntung ada kapal nelayan lain yang lewat. Kami langsung ditolong," kata Warsono, 40 tahun, nelayan yang selamat dari musibah itu. Dalam proses evakuasi, satu nelayan ditemukan sudah tidak bernyawa. Warsono tidak kenal nama nelayan berumur sekitar 50 tahun itu. "Dia bukan warga Tegal. Mungkin dari Kabupaten Brebes," ujarnya.
Seperti diketahui, banyak anak buah kapal (ABK) yang sering berpindah juragan. Karena sering berganti awak, para ABK di kapal jarang menyapa dengan nama panggilan masing-masing.
"Biasanya hanya memanggil Wa (sebutan untuk laki-laki yang lebih tua di Tegal)," kata Warsono. Adapun satu nelayan yang belum ditemukan diketahui bernama Jayadi, 30 tahun, warga Jalan Bawal, Kelurahan Tegalsari.
Menurut Kepala Satuan Polisi Air Kepolisian Resor Tegal Kota Ajun Komisaris Taryono, kapal motor Mawar 1 yang terbalik itu diduga dihantam gelombang. "Kami akan menyisir lokasi kejadian untuk mencari satu nelayan yang belum ditemukan," katanya.
Ketua Paguyuban Nelayan Kota Tegal, Eko Susanto, mengatakan KM Mawar 1 itu termasuk jenis kapal harian. "Sore berangkat, pagi pulang. Hasil tangkapannya macam-macam, ada ikan lemuru, kembung, layur, dan lain-lain," kata Eko.
DINDA LEO LISTY

Sumber :tempo

Jalur Evakuasi Disiapkan untuk Daerah Rawan Letusan Slamet

Metrotvnews.com, Pemalang: Jalur evakuasi Gunung Slamet disiapkan untuk mengantisipasi melubernya lahar yang kini telah memenuhi kawah. Enam desa di Pemalang dengan radius 6-7 kilometer dari puncak gunung, menjadi daerah paling rawan terkena dampak.

Keenam desa itu yuakni Gambuhan (7.973 jiwa), Jurang Mangu (1.261 jiwa), Gunungsari (4.248 jiwa), Penakir (5.367 jiwa), Clekathakan (6.381 jiwa) dan Desa Batursari (3.166 jiwa).

Jalur evakuasi yang disiapkan terbilang layak. Kondisi jalan cukup mulus dan baik sehingga tidak akan menghambat jika terjadi peristiwa darurat. Selain jalur evakuasi, beberapa titik lokasi penampungan dan lokasi pengungsian juga telah disiapkan baik oleh Polres, Kodim, BPBD Pemalang maupun BPBD Provinsi Jateng.

Pemantauan Media Indonesia di pos pengamatan Gunung Slamet di Desa Gambuhan, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, Jateng, Senin (1/9/2014), letupan lava pijar dan gempa serta suara dentuman cukup keras terus terjadi hampir setiap saat.


Lahar dari puncak gunung setinggi  3.428 mdpl itu belum turun. Tapi, warga yang berada di lereng gunung sudah was-was. Ada sekitar 174.000 warga di lereng gunung yang terbagi dalam lima kabupaten yakni Banyumas, Purbalingga, Brebes, Tegal dan Pemalang.

Di tengah-tengah ketakutan, warga tetap melakukan kegiatan sebagaimana biasanya seperti bercocok tanam. Sesekali, mereka juga melongok ke puncak gunung yang terus mengeluarkan api dan lava pijar setinggi 50-300 meter. Sedangkan warga yang berada di dalam rumah juga terlihat keluar untuk melihat kondisi setiap kali mendengar dentuman cukup keras.

"Melihat kondisi Gunung Slamet saat ini memang cukup mengkhawatirkan. Tapi, kami tetap bertahan karena belum ada perintah untuk turun," kata Martono, 56, warga Desa Clekathakan, Kecamatan Pulosari, Pemalang, Senin (1/9/2014).

Kepala pos pengamatan Gunung Slamet di Desa Gambuhan, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, Sudrajat, mengatakan kondisi paling rawan terhadap banjir lahar terdapat di enam desa yang lokasinya cukup dekat dengan kawah yakni radius 6-8 kilometer. Namun hingga saat ini, demikian Sudrajat, belum terlihat adanya tanda-tanda lahar turun, meskipun magma gunung terus naik dan sudah menutupi lubang kawah.

"Hanya mereka tetap harus siaga dan tetap dilarang hingga radis 4 kilometer," tambahnya. (Akhmad Safuan/AS)


Sumber : www.metrotvnews.com

Pendaftaran CPNS Seluruh Daerah se jawa tengah termasuk tegal di undur

TEGAL – Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Tegal memastikan waktu pendaftaran Calon Pegawai Negei Sipil (CPNS) formasi umum 2014 diundur. Hal tersebut sesuai dengan hasil rapat koordinasi BKD se-Jawa Tengah (Jateng) pekan kemarin.Karena itu, BKD mengimbau kepada masyarakat yang akan melamar CPNS tidak perlu resah dan gusar. Sebab, masih ada waktu cukup panjang untuk mendaftar CPNS.Kabid Pengembangan Pegawai BKD Kota Tegal Mohammad Abdul Hakim mengatakan, semula jadwal pendaftaran CPNS mulai 20 Agustus hingga 3 Sepetember. Namun demikian, rincian formasi dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi dan Birokrasi (Kemenpan RB) turunnya tidak bersamaan, tetapi secara bertahap.Khusus untuk Pemerintah Provinsi Jateng dan kabupaten/kota se-Jateng, hingga hari ini baru 11 daerah yang sudah mendapat rincian formasi. Karena itu, pada rapat koordinasi BKD se-Jateng pekan kemarin disepakati bahwa pengumuman dan pendaftaran CPNS 2014 akan dilaksanakan bersama, setelah semua mendapat rincian formasi.”Adapun keputusan kapan rincian formasi turun dari Kemenpan RB, masih menunggu dari provinsi. Rencana setelah Selasa ini, BKD se-Jateng akan dikumpulkan kembali untuk membahasnya,” katanya Senin (1/9).Menurut dia, pengumuman selain melalui online, BKD juga akan memasang atau menempel di papan pengumuman di kantor dan di masing-masing SKPD. Termasuk mempublikasikannya melalui media massa. ”Semua daerah melakukan hal yang sama,” ujarnya.Hakim tak menampik apabila sejauh ini banyak masyarakat yang menanyakan ke BKD, kenapa di Portal Nasional CPNS 2014, formasi Kota Tegal belum juga dapat di akses. Pertanyaan itu, sambung dia, dijawab karena rincian formasi dari Kemenpan RB belum turun.Yang pasti, masih kata Hakim, masyarakat tidak perlu khawatir. Waktu pendaftaran sudah pasti diundur dan jumlah harinya sama, yakni 15 hari.”Jadi nanti kalau rincian formasi sudah turun dan diumumkan serta perdaftaran dibuka. Waktu pendaftarannya juga sama 15 hari,” pungkasnya sembari menuturkan, otomatis pelaksanaan seleksi pun mengalami pengunduran jadwal.Sementara itu, Kasubid Informasi dan Dokumentasi (Infodok) BKD Nasukhi menegaskan, cara mendaftar tetap sama melalui online dengan mengakses Portal Nasional CPNS 2014, htpps://panselnas.menpan.go.id .Dia mengingatkan, untuk mendaftar, pelamar wajib memasukan Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang ada di KTP elektronik. Bagi pelamar yang belum memiliki KTP elektronik dan memiliki NIK, maka harus meminta surat keterangan dari Disdukcapil setempat guna mendapatkan NIK.”Jadi yang dimasukkan NIK itu bukan nomor KTP reguler yang lama. Kalau tidak punya NIK, maka sistem akan menolaknya secara otomatis,” jelasnya. (adi)

Sumber :www.jpnn.com
Diberdayakan oleh Blogger.