Home » , , , » Jalur Evakuasi Disiapkan untuk Daerah Rawan Letusan Slamet

Jalur Evakuasi Disiapkan untuk Daerah Rawan Letusan Slamet

Metrotvnews.com, Pemalang: Jalur evakuasi Gunung Slamet disiapkan untuk mengantisipasi melubernya lahar yang kini telah memenuhi kawah. Enam desa di Pemalang dengan radius 6-7 kilometer dari puncak gunung, menjadi daerah paling rawan terkena dampak.

Keenam desa itu yuakni Gambuhan (7.973 jiwa), Jurang Mangu (1.261 jiwa), Gunungsari (4.248 jiwa), Penakir (5.367 jiwa), Clekathakan (6.381 jiwa) dan Desa Batursari (3.166 jiwa).

Jalur evakuasi yang disiapkan terbilang layak. Kondisi jalan cukup mulus dan baik sehingga tidak akan menghambat jika terjadi peristiwa darurat. Selain jalur evakuasi, beberapa titik lokasi penampungan dan lokasi pengungsian juga telah disiapkan baik oleh Polres, Kodim, BPBD Pemalang maupun BPBD Provinsi Jateng.

Pemantauan Media Indonesia di pos pengamatan Gunung Slamet di Desa Gambuhan, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, Jateng, Senin (1/9/2014), letupan lava pijar dan gempa serta suara dentuman cukup keras terus terjadi hampir setiap saat.


Lahar dari puncak gunung setinggi  3.428 mdpl itu belum turun. Tapi, warga yang berada di lereng gunung sudah was-was. Ada sekitar 174.000 warga di lereng gunung yang terbagi dalam lima kabupaten yakni Banyumas, Purbalingga, Brebes, Tegal dan Pemalang.

Di tengah-tengah ketakutan, warga tetap melakukan kegiatan sebagaimana biasanya seperti bercocok tanam. Sesekali, mereka juga melongok ke puncak gunung yang terus mengeluarkan api dan lava pijar setinggi 50-300 meter. Sedangkan warga yang berada di dalam rumah juga terlihat keluar untuk melihat kondisi setiap kali mendengar dentuman cukup keras.

"Melihat kondisi Gunung Slamet saat ini memang cukup mengkhawatirkan. Tapi, kami tetap bertahan karena belum ada perintah untuk turun," kata Martono, 56, warga Desa Clekathakan, Kecamatan Pulosari, Pemalang, Senin (1/9/2014).

Kepala pos pengamatan Gunung Slamet di Desa Gambuhan, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, Sudrajat, mengatakan kondisi paling rawan terhadap banjir lahar terdapat di enam desa yang lokasinya cukup dekat dengan kawah yakni radius 6-8 kilometer. Namun hingga saat ini, demikian Sudrajat, belum terlihat adanya tanda-tanda lahar turun, meskipun magma gunung terus naik dan sudah menutupi lubang kawah.

"Hanya mereka tetap harus siaga dan tetap dilarang hingga radis 4 kilometer," tambahnya. (Akhmad Safuan/AS)


Sumber : www.metrotvnews.com
Diberdayakan oleh Blogger.